Tempat Wisata Keluarga Di Surabaya 10 Masjid Di Surabaya Yang Harus Dikunjungi

Surabaya merupakan kota yang lebih banyak didominasi penduduknya memeluk agama Islam. Perkembangan Islam di Surabaya tak lepas dari jasa Sun...

Surabaya merupakan kota yang lebih banyak didominasi penduduknya memeluk agama Islam. Perkembangan Islam di Surabaya tak lepas dari jasa Sunan Ampel, anggota Wali Songo, yang membuatkan Islam di tanah Jawa pada kala ke-15, yang lalu bermukim dan mendirikan masjid di daerah Ampel, Surabaya.

Jika kalian termasuk penyuka wisata religi, khususnya masjid, Surabaya mengatakan berbagai masjid yang tak boleh dilewatkan. Berikut ini yaitu daftar masjid Surabaya yang harus kalian kunjungi.

1. Masjid Ampel


Surabaya merupakan kota yang lebih banyak didominasi penduduknya memeluk agama Islam Tempat Wisata Keluarga di Surabaya 10 MASJID DI SURABAYA YANG HARUS DIKUNJUNGI
Masjid Ampel

Masjid Ampel Surabaya merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid yang terletak di Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel ini dibangun oleh Raden Rahmatullah, atau lebih dikenal dengan nama Sunan Ampel, pada tahun 1421. Selain sebab sejarahnya, Masjid Ampel juga populer sebagai masjid unik di Surabaya sebab memadukan arsitektur Jawa Kuno dengan nuansa Arab yang kental.

Tak jauh dari Masjid Sunan Ampel tersebut juga terdapat makam Sunan Ampel, beserta istri dan kerabatnya, yang berada di sebuah kompleks permakaman, yang lokasinya hanya beberapa meter dari Masjid Sunan Ampel.

2. Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya


Masjid Al-Akbar Surabaya atau yang juga sering disebut sebagai Masjid Agung Surabaya merupakan masjid kedua terbesar di Indonesia, sehabis Masjid Istiqlal di Jakarta. Yang paling menarik dari arsitektur masjid ini tentu yaitu kubah setengah telurnya yang dibentuk dengan teknologi khusus, yang tahan terhadap panas, hujan, dan karat. Arsitektur lainnya dari masjid ini juga sangat indah, mirip pintu masjid, mimbar masjid, serta desain interiornya.

Selain masjid itu sendiri, Masjid Al-Akbar juga mengatakan wisata menara setinggi 99 meter. Dari menara tersebut, kalian sanggup melihat pemandangan kota dan gedung-gedung yang ada di Surabaya. Untuk menikmati wisata ini, kalian cukup membayar Rp 5.000 saja.

3. Masjid Cheng Hoo Surabaya


Salah satu masjid paling populer di Surabaya tentu yaitu Masjid Cheng Hoo sebab masjid ini mempunyai arsitektur bernuansa Tionghoa, dengan pintu berbentuk pagoda. Di masjid ini juga akan kalian jumpai relief naga serta patung singa dari lilin dengan lafaz Allah dalam abjad Arab. Masjid yang berlokasi di Jalan Gading, Ketabang, Genteng, Surabaya ini didominasi warna merah, kuning, dan emas. Selain itu, banyak pula ditemukan ornamen Tionghoa jadul yang menambah keunikan dari masjid ini.

Meski tidak berada di wilayah yang disinggahi Cheng Hoo, masjid ini tetap mengusung semangat sang laksamana. Masjid ini terletak di suatu tempat perumahan, dengan penduduk yang mempunyai banyak doktrin berbeda. Pembangunan masjid ini didukung oleh PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia).

4. Masjid Kemayoran


Masjid Kemayoran merupakan masjid yang sangat bersejarah. Masjid ini dibangun oleh pemerintah Belanda dan usianya lebih muda sedikit dibandingkan Masjid Ampel. Pembangunan masjid ini berlangsung sekitar 4 tahun, yaitu dari tahun 1944 sampai 1948, dengan diarsiteki oleh J.W.B. Wardenaar. Karena terletak di tanah yang waktu itu merupakan bekas rumah seorang Mayor Angkatan Darat Belanda, masjid ini lalu dikenal masyarakat dengan nama Masjid Kemayoran.

5. Masjid Al-Falah Surabaya


Masjid Al-Falah Surabaya didirikan pada 27 September 1976 dengan bentuk yang sederhana, yaitu tidak mempunyai kubah. Bagian dalamnya sangat luas tapi tidak mempunyai pilar satupun. Masjid ini mempunyai andil besar dalam pengajaran Islam, khususnya di Surabaya Selatan. Dakwah Islamnya yang begitu intens juga menjadi ide bagi masjid-masjid lain di sekitarnya.

6. Masjid Rahmat


Masjid Rahmat yang berlokasi di Kembang Kuning diyakini dibangun oleh Sunan Ampel yang pada waktu itu sedang dalam perjalanan dari Trowulan, Mojokerto menuju Ampel Denta. Pada masa itu, masjid ini hanya berupa cungkup atau pondokan kecil, yang sepeninggal Sunan Ampel lalu diamanahkan kepada muridnya yang berjulukan Wirosroyo.

Masjid Rahmat sempat tak terurus dan tertutup hutan, sampai lalu ditemukan warga dan dinamai Masjid Tiban (masjid yang muncul dengan sendirinya dari langit). Sempat kembali terawat, masjid lalu dihancurkan oleh Belanda. Baru pada tahun 1964, masjid ini direnovasi dan bertahan sampai sekarang.

7. Masjid Peneleh


Masjid Peneleh dipercaya dibangun sebelum Masjid Ampel. Dalam perjalanan menuju Ampel Denta, sehabis mempercayakan Masjid Rahmat ke Wirosroyo, Sunan Ampel tetapkan untuk singgah ke Peneleh dengan tujuan berdakwah. Di tempat ini, sekitar tahun 1421, Sunan Ampel mendirikan mushola bersama para muridnya. Mushola ini lalu dipugar pada tahun 1800-an dengan bangunan yang ibarat bangunan Grahadi. Bangunan hasil renovasi ini lalu dikenal dengan nama Masjid Jami’ Peneleh atau Masjid Peneleh.

8. Masjid Al-Mubarok, Keputran


Masjid Al-Mubarok dulunya tidak berlokasi di Keputran, melainkan di Jalan Urip Sumoharjo. Pada zaman Belanda dulu, pemerintah Belanda berencana melaksanakan pembangunan Jalan Urip Sumoharjo. Akan tetapi di tengah jalan itu terdapat sebuah masjid berjulukan Masjid Al-Mubarok. Oleh masyarakat, masjid tersebut lalu dipindahkan ke Kampung Keputran, tepatnya di Keputran Gang V.

9. Masjid Serang Surabaya


Masjid Serang merupakan salah satu masjid bau tanah yang berlokasi di wilayah Kampung Arab Ampel. Bangunan masjid ini konon mirip dengan masjid-masjid yang ada di Yaman. Masjid ini dipakai sebagai tempat berkumpulnya para Habaib semenjak dulu pada Malam Ramadhan (atau yang dikenal dengan istilah maleman). Masjid yang lebih dikenal dengan sebutan Langgar Serang ini terletak di Jalan Panggung.

10. Mushola Bafadal (Langgar Ketapang)


Sekilas, Mushola Bafadal ini mirip dengan Masjid Serang. Dan tempat ini juga semenjak dulu dipakai sebagai tempat berkumpulnya para Habaib di kala Malam Ramadhan. Mushola ini dikenal dengan sebutan Langgar Ketapang sebab memang berlokasi di Jl. Ketapang Surabaya.

11. Mushola Gubah


Mushola atau Langgar Gubah ini merupakan langgar wakaf yang terletak di Jalan Ampel Suci. Mushola ini dibangun oleh keluarga Salom. Di sebelah barat dari bangunan mushola ini, sanggup kita temukan makam keluarga dengan atapnya yang berbentuk mirip kubah. Karena itulah gang di sebelah selatannya disebut Jl. Ampel Gubah Kidul dan gang di sebelah utaranya disebut Jl. Ampel Gubah Lor.

12. Mushola Sagipoddin


Mushola atau Langgar Sagipodin terletak di Jl. Kalimas Udik, yang masih termasuk dalam wilayah Kampung Ampel. Langgar ini didirikan oleh Bani Gipo (Sagipoddin) atau Tsaqifuddin dalam Bahasa Arab. Langgar ini sangat bersejarah, khususnya dalam perkembangan Nahdlatul Ulama (NU).


Related

Wisata Religi 2610659557407091770

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Loading...

Hot in week

Recent

Comments

item