Kabar Hangat Softlens Kamera, Memotret Dengan Kedipan Mata
Motivation - Jika anda pernah menonton film agresi ' Mission Impossible : Ghost Protocol ', anda tentunya sudah tahu wacana softle...
https://dailytimemedia.blogspot.com/2019/10/kabar-hangat-softlens-kamera-memotret.html
Motivation - Jika anda pernah menonton film agresi 'Mission Impossible : Ghost Protocol', anda tentunya sudah tahu wacana softlens ini. Yah dalam salah satu scene memperlihatkan seorang laki-laki mengcopy data dengan memakai softlens ini, untuk menciptakan salinan berkas yang pada kesudahannya mereka ketahuan. Nah, tahukah anda bahwa teknologi softlens ini benar - benar ada dan tidak hanya ada dalam film.
Memang perkembangan jaman sudah semakin menggila. Sebelumya yang kita semua ketahui, sebuah kacamata cendekia gres saja dikembangkan oleh perusahaan Google dengan aneka macam macam fitur yang ditawarkan. Kali ini, tampaknya perusahaan tersebut masih belum puas dengan apa yang mereka buat tersebut. Sebuah lensa kontak canggih sedang digarap oleh Google secara diam-diam.
Terungkapnya hal tersebut dari sebuah permohonan hak paten yang telah diajukan oleh Google. Di dalam paten tersebut, Google ingin mematenkan sebuah inovasi gres mengenai sebuah lensa yang telah dipadukan dengan sebuah kamera.
Lensa kontak tersebut kabarnya disinyalir sanggup mengambil sebuah gambar atau yang biasa dikatakan dengan memotret. Pengambilan gambar pun dilakukan dengan cara yang sangat mudah, adalah hanya dengan mengedipkan mata saja.
Sebenarnya pengajuan hak paten tersebut telah diajukan oleh Google semenjak tamat tahun 2012 yang lalu. Namun paten ini sendiri gres diterbitkan oleh US Patent and Trademark Office pada awal bulan ini. Pengajuan yang dilakukan oleh Google tersebut dilakukan sehabis Google memperkenalkan sebuah softlens yang sanggup memonitor kadar glukosa pada darah.
Lensa ini sendiri dibentuk dengan aneka macam rangkaian komponen yang tanpa sedikit pun akan mengganggu pandangan dari sang pengguna. Dengan rangkaian menyerupai sirkuit kontrol, kamera dan sensor, soft lens ini sanggup berfungsi sebagai kamera sebagaimana mestinya.
Kamera sendiri diletakkan pada bab bawah pupil, sehingga benar-benar lensa tersebut tidak akan menghalangi pandangan mata. Soft lens ini bahkan tidak hanya mempunyai kegunaan untuk mengambil gambar saja, namun nanti juga akan mempunyai kegunaan pagi setiap orang untuk memperbesar suatu objek layaknya teropong.
Selain itu, bagi penyandang tuna netra, lensa ini juga akan memperlihatkan sebuah sensor kepada mereka supaya sanggup mendeteksi sesuatu ketika ingin menyeberang jalan, atau adanya rintangan pada ketika berjalan di trotoar.
Hingga ketika ini, Google belum memperlihatkan komentar apapun mengenai hal tersebut. Belum diketahui juga kapan pengembangan dari kotak lensa ini akan selesai. Namun kalau memang sudah selesai nantinya, tentu harga dari softlens ini akan mahal sekali, lantaran kalau melihat kecanggihan dari Google Glass sendiri saja sudah begitu mahal harganya.
Terungkapnya hal tersebut dari sebuah permohonan hak paten yang telah diajukan oleh Google. Di dalam paten tersebut, Google ingin mematenkan sebuah inovasi gres mengenai sebuah lensa yang telah dipadukan dengan sebuah kamera.
Lensa kontak tersebut kabarnya disinyalir sanggup mengambil sebuah gambar atau yang biasa dikatakan dengan memotret. Pengambilan gambar pun dilakukan dengan cara yang sangat mudah, adalah hanya dengan mengedipkan mata saja.
Sebenarnya pengajuan hak paten tersebut telah diajukan oleh Google semenjak tamat tahun 2012 yang lalu. Namun paten ini sendiri gres diterbitkan oleh US Patent and Trademark Office pada awal bulan ini. Pengajuan yang dilakukan oleh Google tersebut dilakukan sehabis Google memperkenalkan sebuah softlens yang sanggup memonitor kadar glukosa pada darah.
Lensa ini sendiri dibentuk dengan aneka macam rangkaian komponen yang tanpa sedikit pun akan mengganggu pandangan dari sang pengguna. Dengan rangkaian menyerupai sirkuit kontrol, kamera dan sensor, soft lens ini sanggup berfungsi sebagai kamera sebagaimana mestinya.
Kamera sendiri diletakkan pada bab bawah pupil, sehingga benar-benar lensa tersebut tidak akan menghalangi pandangan mata. Soft lens ini bahkan tidak hanya mempunyai kegunaan untuk mengambil gambar saja, namun nanti juga akan mempunyai kegunaan pagi setiap orang untuk memperbesar suatu objek layaknya teropong.
Selain itu, bagi penyandang tuna netra, lensa ini juga akan memperlihatkan sebuah sensor kepada mereka supaya sanggup mendeteksi sesuatu ketika ingin menyeberang jalan, atau adanya rintangan pada ketika berjalan di trotoar.
Hingga ketika ini, Google belum memperlihatkan komentar apapun mengenai hal tersebut. Belum diketahui juga kapan pengembangan dari kotak lensa ini akan selesai. Namun kalau memang sudah selesai nantinya, tentu harga dari softlens ini akan mahal sekali, lantaran kalau melihat kecanggihan dari Google Glass sendiri saja sudah begitu mahal harganya.
