Kabar Hangat Puasa Kok Keluar Gak Pakai Jilbab ?

Motivation - Seperti di artikel sebelumnya yang membahas  Jawaban Perempuan Jika Ditanyai "Mengapa Tak Berhijab?" , Kali ini kit...

Motivation - Seperti di artikel sebelumnya yang membahas  Jawaban Perempuan Jika Ditanyai "Mengapa Tak Berhijab?", Kali ini kita akan membahas wacana perempuan - perempuan yang keluar tanpa menggunakan jilbab padahal sedang berpuasa.

 Seperti di artikel sebelumnya yang membahas Kabar Hangat Puasa Kok Keluar Gak Pakai Jilbab ?

Kita telah mengetahui bersama mengenakan jilbab yaitu suatu hal yang wajib. Sebagaimana kewajibannya telah disebutkan dalam Al Qur’an dan hadits sebagai pedoman hidup kita. Namun kenyataaan di tengah-tengah kita, masih banyak yang belum sadar akan jilbab termasuk pada bulan Ramadhan. Tulisan ini akan menjelaskan bagaimanakah status puasa perempuan yang tidak berjilbab. Semoga bermanfaat.


Kewajiban Mengenakan Jilbab

 Seperti di artikel sebelumnya yang membahas Kabar Hangat Puasa Kok Keluar Gak Pakai Jilbab ?

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, belum dewasa perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh badan mereka”. Yang demikian itu biar mereka lebih gampang untuk dikenal, alasannya yaitu itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah yaitu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59). 

Jilbab bukanlah epilog wajah, namun jilbab yaitu kain yang digunakan oleh perempuan sehabis menggunakan khimar. Sedangkan khimar yaitu epilog kepala.

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
Katakanlah kepada perempuan yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur [24] : 31). 

Berdasarkan tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Atho’ bin Abi Robbah, dan Mahkul Ad Dimasqiy bahwa yang boleh ditampakkan yaitu wajah dan kedua telapak tangan. (Lihat Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Amru Abdul Mun’im, hal. 14).

Orang yang tidak menutupi auratnya artinya tidak mengenakan jilbab diancam dalam hadits berikut ini. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah saya lihat: Suatu kaum yang mempunyai cambuk menyerupai ekor sapi untuk memukul insan dan para perempuan yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka menyerupai punuk unta yang miring. Wanita menyerupai itu tidak akan masuk nirwana dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128). 

 Seperti di artikel sebelumnya yang membahas Kabar Hangat Puasa Kok Keluar Gak Pakai Jilbab ?Di antara makna perempuan yang berpakaian tetapi telanjang dalam hadits ini adalah: (1) Wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang dimaksud perempuan yang berpakaian tetapi telanjang; (2) Wanita yang menggunakan pakaian tipis sehingga nampak belahan dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun bahwasanya telanjang (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim,  17: 190-191).

Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa wajibnya perempuan mengenakan jilbab dan ancaman bagi yang membuka-buka auratnya. Aurat perempuan yaitu seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Bahkan sanggup disimpulkan bahwa berpakaian tetapi telanjang alias tidak mengenakan jilbab termasuk dosa besar. Karena dalam hadits mendapat ancaman yang berat yaitu tidak akan mencium busuk surga. Na’udzu billahi min dzalik.



Puasa Harus Meninggalkan Maksiat


Setelah kita tahu bahwa tidak mengenakan jilbab yaitu suatu dosa atau suatu maksiat, bahkan mendapat ancaman  yang berat, maka keadaan tidak berjilbab tidak disangsikan lagi akan membahayakan keadaan orang yang berpuasa. Kita tahu bersama bahwa maksiat akan mengurangi pahala orang yang berpuasa, walaupun  status puasanya sah. Yang sanggup jadi didapat yaitu rasa lapar dan haus saja, pahala tidak diperoleh atau berkurang alasannya yaitu maksiat. Bahkan Allah sendiri tidak peduli akan lapar dan haus yang ia tahan. Kita sanggup melihat dari dalil-dalil berikut:

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang beliau tahan.” (HR. Bukhari no. 1903).

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ
Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa yaitu dengan menahan diri dari perkataan sia-sia dan kata-kata kotor. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, Aku sedang puasa, saya sedang puasa”. (HR. Ibnu Khuzaimah 3: 242. Al A’zhomi menyampaikan bahwa sanad hadits tersebut shahih)

Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seandainya engkau berpuasa maka hendaknya pendengaran, penglihatan dan lisanmu turut berpuasa, yaitu menahan diri dari dusta dan segala perbuatan haram serta janganlah engkau menyakiti tetanggamu. Bersikap hening dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kau jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama saja.” (Latho’if Al Ma’arif, 277).

Mala ‘Ali Al Qori rahimahullah berkata, “Ketika berpuasa begitu keras larangan untuk bermaksiat. Orang yang berpuasa namun melaksanakan maksiat sama halnya dengan orang yang berhaji kemudian bermaksiat, yaitu pahala pokoknya tidak batal, hanya kesempurnaan pahala yang tidak ia peroleh. Orang yang berpuasa namun bermaksiat akan mendapatkan ganjaran puasa sekaligus dosa alasannya yaitu maksiat yang ia lakukan.” (Mirqotul Mafatih Syarh Misykatul Mashobih, 6: 308).

Al Baydhowi rahimahullah mengatakan, “Ibadah puasa bukanlah hanya menahan diri dari lapar dan dahaga saja. Bahkan seseorang yang menjalankan puasa hendaklah mengekang aneka macam syahwat dan mengajak jiwa pada kebaikan. Jika tidak demikian, sungguh Allah tidak akan melihat amalannya, dalam artian tidak akan menerimanya.” (Fathul Bari, 4: 117).

Penjelasan di atas menunjukkan sia-sianya puasa orang yang bermaksiat, termasuk dalam hal ini yaitu perempuan yang tidak berjilbab ketika puasa. Oleh karenanya, bulan rahmat semestinya sanggup dijadikan moment untuk memperbaiki diri. Bulan Ramadhan ini seharusnya dimanfaatkan untuk menimbulkan diri menjadi lebih baik. Pelan-pelan di bulan ini sanggup dilatih untuk berjilbab. Ingatlah sebagaimana kata ulama salaf, “Tanda diterimanya suatu amalan yaitu kebaikan membuahkan kebaikan.


Belum Mau Berjilbab


Beralasan belum siap berjilbab alasannya yaitu yang penting hatinya dulu diperbaiki?
Kami jawab, “Hati juga mesti baik. Lahiriyah pun demikian. Karena keyakinan itu meliputi amalan hati, perkataan dan perbuatan. Hanya pemahaman keliru dari pemikiran Murji’ah yang menganggap keyakinan itu cukup dengan amalan hati ditambah perkataan verbal tanpa mesti ditambah amalan lahiriyah. Iman butuh realisasi dalam tindakan dan amalan”

Beralasan belum siap berjilbab alasannya yaitu mengenakannya begitu gerah dan panas?
Kami jawab, “Lebih mending mana, panas di dunia alasannya yaitu melaksanakan ketaatan ataukah panas di neraka alasannya yaitu durhaka?” Coba direnungkan!

Beralasan belum siap berjilbab alasannya yaitu banyak orang yang berjilbab malah suka menggunjing?
Kami jawab, “Ingat tidak sanggup kita pukul rata bahwa setiap orang yang berjilbab menyerupai itu. Itu paling hanya segelintir orang yang demikian, namun tidak semua. Sehingga tidak sanggup kita sebut setiap perempuan yang berjilbab suka menggunjing.”


Beralasan lagi alasannya yaitu ketika ini belum siap berjilbab?


Kami jawab, “Jika tidak sekarang, kemudian kapan lagi? Apa tahun depan? Apa dua tahun lagi? Apa nanit kalau sudah pipi keriput dan rambut ubanan? Inilah was-was dari setan biar kita menunda amalan baik. Jika tidak kini ini, mengapa mesti menunda berhijab besok dan besok lagi? Dan kita tidak tahu besok kita masih di dunia ini ataukah sudah di alam barzakh, bahkan kita tidak tahu keadaan kita sejam atau semenit mendatang. So … jangan menunda-nunda bederma baik. Jangan menunda-nunda untuk berjilbab.”

Perkataan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berikut seharusnya menjadi renungan,

إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ
Jika engkau berada di waktu sore, maka janganlah menunggu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu waktu sore. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum tiba sakitmu dan manfaatkanlah hidupmu sebelum tiba matimu.” (HR. Bukhari no. 6416). 

Hadits ini menunjukkan dorongan untuk menimbulkan janjkematian menyerupai berada di hadapan kita sehingga bayangan tersebut menimbulkan kita berkemas-kemas dengan amalan sholeh. Juga perilaku ini menimbulkan kita sedikit dalam berpanjang angan-angan. Demikian kata Ibnu Baththol ketika menjelaskan hadits di atas.

 Seperti di artikel sebelumnya yang membahas Kabar Hangat Puasa Kok Keluar Gak Pakai Jilbab ?

Moga di bulan penuh barokah ini, kita diberi taufik oleh Allah untuk semakin taat pada-Nya. Wallahu waliyyut taufiq.

We Hope You Can Satisfied

Related

Artikel Islami 7600434596534419084

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Loading...

Hot in week

Recent

Comments

item