Kabar Hangat Percuma Puasa Jika Gak Ikhlas

Motivation - Di Bulan Ramadhan, kita wajib melaksanakan salah satu kewajiban kita sebagai umat muslim, apa itu? Jawabannya ialah Puasa. Na...

Motivation - Di Bulan Ramadhan, kita wajib melaksanakan salah satu kewajiban kita sebagai umat muslim, apa itu? Jawabannya ialah Puasa. Nah apakah puasa yang anda jalani sudah baik dan betul? Kita tak dapat menilai, alasannya yaitu yang benar - benar tahu kita sedang berpuasa atau tidak itu hanya ada 2, yaitu diri kita sendiri dan Allah swt. 

 kita wajib melaksanakan salah satu kewajiban kita sebagai umat muslim Kabar Hangat Percuma Puasa Kalau Gak Ikhlas

Entah kenapa, hingga ketika ini, masih banyak orang yang puasa begitu saja, lapar menahan nafsu hingga magrib namun tidak tahu puasanya diterima atau tidak hanya untuk meminta pengampunan dosa dari Allah swt., nah bagaimana dengan anda? Apakah anda merasa puasa anda sudah benar? Tahukah anda wacana kalimat ini, "Barangsiapa berpuasa alasannya yaitu kepercayaan dan ikhlas, maka dosanya yang telah kemudian akan diampuni."

Kalimat di atas yaitu maksud dari hadits Abu Hurairah di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan alasannya yaitu kepercayaan dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa kemudian niscaya diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud alasannya yaitu kepercayaan yaitu membenarkan wajibnya puasa dan ganjaran dari Allah ketika seseorang berpuasa dan melaksanakan qiyam ramadhan. Sedangkan yang dimaksud “ihtisaban” yaitu menginginkan pahala Allah dengan puasa tersebut dan senantiasa mengharap wajah-Nya.” (Syarh Al Bukhari libni Baththol, 7: 22). Intinya, puasa yang dilandasi kepercayaan dan nrimo itulah yang menuai akhir pengampunan dosa yang telah lalu.

 kita wajib melaksanakan salah satu kewajiban kita sebagai umat muslim Kabar Hangat Percuma Puasa Kalau Gak Ikhlas

Salah seorang ulama di kota Riyadh, Syaikh ‘Ali bin Yahya Al Haddady hafizhohullah memperlihatkan faedah wacana hadits di atas:

  1. Amalan yang dilakukan seseorang tidaklah manfaat hingga ia beriman kepada Allah dan mengharapkan pahala dari Allah (baca: ikhlas). Jika seseorang melaksanakan amalan tanpa ada dasar kepercayaan menyerupai kelakuan orang munafik atau ia melakukannya dalam rangka riya’ )(ingin dilihat orang lain) atau sum’ah (ingin didengar orang lain) sebagaimana orang yang riya’, maka yang diperoleh yaitu rasa capek dan lelah saja. Kita berlindungi pada Allah dari yang demikian.
  2. Sebagaimana orang yang bersedekah akan mendapat pahala dan ganjaran, maka merupakan karunia Allah ia pun mendapat anugerah pengampunan dosa -selama ia menjauhi dosa besar.
  3. Keutamaan puasa Ramadhan bagi orang yang berpuasa dengan jujur dan nrimo yaitu ia akan memperoleh pengampunan dosa yang telah kemudian sebagai pelengkap dari pahala besar yang tak hingga yang ia peroleh.
  4. Sebagaimana ditunjukkan dalam hadits yang lain, pengampunan dosa yang dimaksudkan di sini yaitu pengampunan dosa kecil. Adapun pengampunan dosa besar maka itu butuh pada taubat yang khusus sebagaimana diterangkan dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara shalat yang lima waktu, di antara Jum’at yang satu dan Jum’at yang berikutnya, di antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, maka itu akan menghapuskan dosa di antara dua waktu tadi selama seseorang menjauhi dosa besar.” (HR. Muslim).

We Hope You Can Satisfied

Related

Artikel Islami 5478449298107578945

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Loading...

Hot in week

Recent

Comments

item