Kabar Hangat Kecanduan Internet Sanggup Timbulkan Depresi

Motivation - Di zaman teknologi ini khususnya pada dunia maya, banyak orang yang sudah sangat kecanduan dan bahkan lebih aktif di dunia ma...

Motivation - Di zaman teknologi ini khususnya pada dunia maya, banyak orang yang sudah sangat kecanduan dan bahkan lebih aktif di dunia maya dibanding dengan di dunia nyata. Tahukah anda? kecanduan internet akan menjadikan depresi yang sangat tinggi, apa penyebabnya?

 Di zaman teknologi ini khususnya pada dunia maya Kabar Hangat Kecanduan Internet Dapat Timbulkan Depresi

Sejak 1990-an, penggunaan Internet yang tidak terkendali dan tidak masuk logika diidentifikasikan sebagai problem dengan tanda-tanda yang seakan-akan dengan ketagihan. Pemakaian Internet patologis dikaitkan dengan munculnya problem hubungan dengan orang lain, sikap bernafsu dan gejala-gejala psikiatris lainnya.

"Para orangtua harus waspada terhadap sikap online bawah umur mereka," kata ketua tim peneliti Lawrence T. Lam dari School of Medicine, Sydney, dan University of Notre Dame Australia.

Dari hasil yang diperoleh dari penelitian ini, secara kejiwaan bawah umur muda yang sehat sanggup terkena depresi sesudah terpapar usang pada kebiasaan pemakaian Internet berlebihan. Konsekuensi kesehatan mental dari penggunaan Internet bermasalah bagi mereka yang telah mempunyai riwayat  problem psikologis atau kejiwaan akan lebih parah,

Untuk studi ini, Lam dan koleganya, Zi-Wen Peng, dari Kementerian Pendidikan dan SunYat-Sen University di Guangzhou, China, mengumpulkan data pemakaian Internet patologis di antara 1.041 sampaumur China berusia 13 sampai 18 tahun.

Lam dan Peng menguji tingkat depresi dan kecemasan dari para sampaumur itu, dan mengajukan pertanyaan kepada mereka mengenai pemakaian Internet patologis dan sikap adiktif pada umumnya.

Pada awal studi, tim peneliti mengklasifikasikan 6,2 persen anak sampaumur mempunyai problem pemakaian Internet patologis moderat. Bahkan, 0,2 persennya berisiko serius.

Sembilan bulan kemudian, para sampaumur itu dites kembali mengenai tingkat depresi dan kecemasan mereka. Tim peneliti menemukan 0,2 persen sampaumur mempunyai tanda-tanda kecemasan dan 8,4 persen mengalami depresi.

Lam dan Peng mengklaim risiko menjadi depresi 2,5 kali lebih tinggi di antara sampaumur yang ketagihan Internet dibandingkan dengan mereka yang tidak. Namun, mereka tidak menemukan keterkaitan antara pemakaian Internet patologis dengan kecemasan.

"Studi ini mempunyai implikasi pribadi terhadap pencegahan penyakit kejiwaan di kalangan anak muda. Hasil studi ini mengindikasikan bahwa anak muda yang memakai Internet berlebihan mempunyai risiko terbesar mengalami problem mental dan sanggup mengalami depresi kalau mereka terus melaksanakan kebiasaan itu," papar Lam.

Intervensi dan pencegahan semenjak dini pada kelompok yang berisiko tinggi ini merupakan langkah efektif dalam mengurangi kasus depresi pada bawah umur muda.

"Pemantauan di sekolah terhadap individu yang berisiko memakai Internet berlebihan kelompok sanggup menjadi taktik pencegahan dini yang efektif. Dan kalau sudah diidentifikasi bawah umur yang berisiko tinggi, maka pihak sekolah memperlihatkan konseling dan terapi," imbuhnya.

Dan yang tak kalah penting, orangtua juga harus ikut serta memantau acara bawah umur mereka di depan komputer, terutama terkait dengan waktu dan konten yang mereka buka di dunia maya. Penelitian Lam dan Peng dimuat dalam laporan Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine.

We Hope You Can Satisfied

Related

Kesehatan 7677879905857076507

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Loading...

Hot in week

Recent

Comments

item