Kabar Hangat Katak Terkecil Di Dunia
Motivation - Tahukah anda mengenai binatang yang satu ini? Katak, binatang amphibi yang sanggup hidup di dalam air dan berjalan didaratan....
https://dailytimemedia.blogspot.com/2019/10/kabar-hangat-katak-terkecil-di-dunia.html
Motivation - Tahukah anda mengenai binatang yang satu ini? Katak, binatang amphibi yang sanggup hidup di dalam air dan berjalan didaratan. Beberapa waktu kemudian ditemukan Katak berukuran sangat kecil, bahkan dikatakan hanya sebesar kuku jari manusia. Hal ini menciptakan katak tersebut dijadikan sebagai katak terkecil di dunia.
Para peneliti berhasil menemukan spesies gres katak dari Lembah Cosqipata, Peru, yang unik dengan ukuran badan sangat kecil. Tanpa pengamatan seksama, katak yang hanya sebesar kuku jari insan mungkin akan terlewatkan. "Karakter yang paling unik dari spesies gres ini ialah ukurannya yang sangat kecil," ujar para peneliti.
Seperti yang dilaporkan dalam jurnal Copeia edisi terbaru. Katak betina hanya tumbuh sampai sepanjang 1,24 sentimeter ketika dewasa, sementara yang jantan hanya 1,11 sentimeter. Katak yang belum diberi nama ilmiah ini dikelompokkan dalam genus Noblella. Hidupnya pada ketinggian antara 3.025 dan 3.190 meter di Pegunungan Andes.
Habitatnya berupa dedaunan yang jatuh di lantai hutan tropis pegunungan tersebut. Menurut salah satu penelitinya, Alessandro Catenazzi dari Universitas California, AS, habitatnya juga di luar dugaan. Pada ketinggian lebih dari 3.000 meter, biasanya hanya ditemui spesies dengan ukuran lebih besar.
Seperti yang dilaporkan dalam jurnal Copeia edisi terbaru. Katak betina hanya tumbuh sampai sepanjang 1,24 sentimeter ketika dewasa, sementara yang jantan hanya 1,11 sentimeter. Katak yang belum diberi nama ilmiah ini dikelompokkan dalam genus Noblella. Hidupnya pada ketinggian antara 3.025 dan 3.190 meter di Pegunungan Andes.
Habitatnya berupa dedaunan yang jatuh di lantai hutan tropis pegunungan tersebut. Menurut salah satu penelitinya, Alessandro Catenazzi dari Universitas California, AS, habitatnya juga di luar dugaan. Pada ketinggian lebih dari 3.000 meter, biasanya hanya ditemui spesies dengan ukuran lebih besar.