Kabar Hangat Beberapa Pilot Tidur Ketika Menerbangkan Pesawat, Benarkah?
Motivation - Jika anda yaitu seorang yang hobi traveling dan pergi kemana - mana memakai pesawat, maka anda harus ketahui yang satu ini. S...
https://dailytimemedia.blogspot.com/2019/10/kabar-hangat-beberapa-pilot-tidur.html
Motivation - Jika anda yaitu seorang yang hobi traveling dan pergi kemana - mana memakai pesawat, maka anda harus ketahui yang satu ini. Survei dari European Cockpit Association (ECA), 4 dari 10 pilot mengaku suka tidur dikala sedang bertugas di udara.
Sedangkan 3 di antaranya mengaku sempat berdiri untuk mengecek apakah co-pilotnya juga ikut tidur, demikian dilansir dari Telegraph. Survei ini dilakukan kepada 6.000 pilot yang berdomisili di Eropa.
Mereka mengaku, kelelahan lah yang jadi problem utama mereka. 79 Persen mengaku, tidur di pesawat yaitu problem yang sering dilakukan. Dari data yang diperoleh dari survei, 70-80 pilot tidak akan mengaku bahwa mereka tidak siap untuk terbang.
Mereka akan mengesampingkan rasa mengantuk atau lelah dan dingin untuk kembali menerbangkan pesawat. Bagi ECA, hasil survei sama sekali tidak mengejutkan. Menurut mereka, pilot-pilot tersebut sudah berteman baik dengan jam kiprah yang panjang, penerbangan malam, dan waktu standby yang lama.
Hal-hal inilah yang menciptakan mereka kerap tertidur dikala di pesawat. Bukan tanpa alasan, survei ini digelar untuk menciptakan peraturan untuk menghindari kecelakaan yang mungkin disebabkan oleh kelelahan para pilot.
Mereka sedang mengajukan tawaran kepada European Aviation Safety Agency (EASA) untuk menciptakan pembatasan jam terbang. Ini bertujuan untuk menjaga keamanan para penumpang dan mengurangi kemungkinan kecelakaan yang mungkin terjadi.
"Lelah menciptakan para petugas (pilot dan co-pilot) tidak cepat tanggap mengenai problem yang mungkin terjadi selama di udara. Kita tak dapat menunggu hingga terjadi kecelakaan gres menetapkan peraturan," kata perwakilan dari ECA, Philip von Schoppenthau. Proposal peraturan ini sedang dalam proses dan rencananya akan diadopsi dalam aturan Uni Eropa.
Mereka mengaku, kelelahan lah yang jadi problem utama mereka. 79 Persen mengaku, tidur di pesawat yaitu problem yang sering dilakukan. Dari data yang diperoleh dari survei, 70-80 pilot tidak akan mengaku bahwa mereka tidak siap untuk terbang.
Mereka akan mengesampingkan rasa mengantuk atau lelah dan dingin untuk kembali menerbangkan pesawat. Bagi ECA, hasil survei sama sekali tidak mengejutkan. Menurut mereka, pilot-pilot tersebut sudah berteman baik dengan jam kiprah yang panjang, penerbangan malam, dan waktu standby yang lama.
Hal-hal inilah yang menciptakan mereka kerap tertidur dikala di pesawat. Bukan tanpa alasan, survei ini digelar untuk menciptakan peraturan untuk menghindari kecelakaan yang mungkin disebabkan oleh kelelahan para pilot.
Mereka sedang mengajukan tawaran kepada European Aviation Safety Agency (EASA) untuk menciptakan pembatasan jam terbang. Ini bertujuan untuk menjaga keamanan para penumpang dan mengurangi kemungkinan kecelakaan yang mungkin terjadi.
"Lelah menciptakan para petugas (pilot dan co-pilot) tidak cepat tanggap mengenai problem yang mungkin terjadi selama di udara. Kita tak dapat menunggu hingga terjadi kecelakaan gres menetapkan peraturan," kata perwakilan dari ECA, Philip von Schoppenthau. Proposal peraturan ini sedang dalam proses dan rencananya akan diadopsi dalam aturan Uni Eropa.
