Kabar Hangat Anak Ini Alergi Semua Makanan, Namun Tidak Pada Pizza
Motivation - Bagi anak-anak, makan pizza, burger, keju dan sandwich setiap hari layaknya hidup di surga. Tapi bagi seorang bocah berjuluka...
https://dailytimemedia.blogspot.com/2019/10/kabar-hangat-anak-ini-alergi-semua.html
Motivation - Bagi anak-anak, makan pizza, burger, keju dan sandwich setiap hari layaknya hidup di surga. Tapi bagi seorang bocah berjulukan Tyler Trovato, mungkin itu yaitu kutukan. Sebab ia hanya dapat memakan kuliner tersebut alasannya yaitu tubuhnya mempunyai alergi terhadap hampir semua hal.
Bocah berumur 6 tahun asal St James, New York ini menderita penyakit langka yang membuatnya hanya dapat makan beberapa jenis makanan. Penyakitnya disebut protein-induced entercolitis syndrome (FPIES). Tubuhnya menolak sebagian besar makanan, termasuk buah-buahan, sayuran dan daging.
"Masalahnya terjadi ketika kami mulai memperkenalkan kuliner bayi. Dia muntah-muntah, adakala 15 hingga 20 kali. Dia akan berbaring, lesu. Saya menahannya dalam pelukan dan tidak tahu harus berbuat apa," kata ibu Tyler, Jennifer Trovato menyerupai dilansir ABC News.
Saat bayi, Tyler terpaksa harus sering bolak-balik ke ruang gawat darurat dan menjalani tes alergi. Karena semua hasil tesnya negatif, orang tuanya pun bingung. Tyler kemudian dirujuk ke dr Anna Nowak-Wegrzyn dari Mt. Sinai Medical Center di New York City yang lantas mendiagnosisnya dengan FPIES ketika berusia 16 bulan.
Satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui kuliner tertentu penyebab alergi yaitu mencoba dan melihat penolakan oleh tubuh. Makanan yang memicu alergi akan menciptakan Tyler muntah, diare dan bahkan stress berat hipovolemik, yaitu badan kehilangan terlalu banyak darah dan cairan.
Kini Tyler dirawat orang tuanya di rumah dengan pengawasan ketat, hanya boleh mengkonsumsi segelintir kuliner tertentu. Setelah percobaan yang sangat panjang, hasilnya diketahui bahwa ia hanya dapat makan gandum, keju dan produk susu, ditambah jagung dan apel. Untungnya, penyakit ini akan memudar ketika ia remaja nanti.
"Sejauh yang kami tahu, tidak ada konsekuensi jangka panjang. Kaprikornus sulit pada awalnya, tetapi anak Anda akan dapat kondusif dan sehat nantinya," kata dr Nowak-Wegrzyn.


