Kabar Hangat Bagaimana Jikalau Kita Terlambat Bangkit Dan Adzan Sudah Berkumandang? Apakah Kita Masih Dapat Minum?

Motivation -  Ada yang pernah mengalami insiden ini? Tentu saja sebagian besar orang pernah mengalaminya. Dan sebagian dari mereka takut ...


Motivation -  Ada yang pernah mengalami insiden ini? Tentu saja sebagian besar orang pernah mengalaminya. Dan sebagian dari mereka takut minum lagi, alasannya yaitu ketika mendengar adzan suara itu tandanya sudah imsak. Mereka pun melanjutkan puasanya dengan tidak makan sahur, dan terkadang adapula yang membatalkan puasanya.

 Ada yang pernah mengalami insiden ini Kabar Hangat Bagaimana Jika Kita Terlambat Bangun dan Adzan sudah berkumandang? Apakah kita masih sanggup minum?

Tahu tidak? bahwasanya kegiatan imsak itu tidak bergantung pada kapan adzan subuh dikumandangkan. Mengapa? untuk lebih jelasnya, anda sanggup membaca seputar kegiatan imsakiyah di bulan ramadhan berikut ini.

 Ada yang pernah mengalami insiden ini Kabar Hangat Bagaimana Jika Kita Terlambat Bangun dan Adzan sudah berkumandang? Apakah kita masih sanggup minum?

Syaikh ‘Abdul Aziz bin ‘Abdillah bin Baz –pernah menjabat sebagai ketua Al Lajnah Ad Da-imah (Komisi fatwa di Saudi Arabia)- pernah ditanya, “Beberapa organisasi dan yayasan membagi-bagikan Jadwal Imsakiyah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Jadwal ini khusus berisi waktu-waktu shalat. Namun dalam kegiatan tersebut ditetapkan bahwa waktu imsak (menahan diri dari makan dan minum, -pen) yaitu 15 menit sebelum adzan shubuh. Apakah menyerupai ini mempunyai dasar dalam anutan Islam?


Syaikh rahimahullah menjawab:

Saya tidak mengetahui adanya dalil perihal penetapan waktu imsak 15 menit sebelum adzan shubuh. Bahkan yang sesuai dengan dalil Al Qur’an dan As Sunnah, imsak (yaitu menahan diri dari makan dan minum, -pen) yaitu mulai terbitnya fajar (masuknya waktu shubuh). Dasarnya firman Allah Ta’ala,

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (Qs. Al Baqarah: 187)

Juga dasarnya yaitu sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الفَجْرُ فَجْرَانِ ، فَجْرٌ يُحْرَمُ الطَّعَامُ وَتَحِلُّ فِيْهِ الصَّلاَةُ ، وَفَجْرٌ تُحْرَمُ فِيْهِ الصَّلاَةُ (أَيْ صَلاَةُ الصُّبْحِ) وَيَحِلُّ فِيْهِ الطَّعَامُ

Fajar ada dua macam: [Pertama] fajar diharamkan untuk makan dan dihalalkan untuk shalat (yaitu fajar shodiq, fajar masuknya waktu shubuh, -pen) dan [Kedua] fajar yang diharamkan untuk shalat (yaitu shalat shubuh) dan dihalalkan untuk makan (yaitu fajar kadzib, fajar yang muncul sebelum fajar shodiq, -pen).” (Diriwayatakan oleh Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro no. 8024 dalam “Puasa”, Bab “Waktu yang diharamkan untuk makan bagi orang yang berpuasa” dan Ad Daruquthni dalam “Puasa”, Bab “Waktu makan sahur” no. 2154. Ibnu Khuzaimah dan Al Hakim mengeluarkan hadits ini dan keduanya menshahihkannya sebagaimana terdapat dalam Bulughul Marom)

Dasarnya lagi yaitu sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ بِلاَلاً يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ

Bilal biasa mengumandangkan adzan di malam hari. Makan dan minumlah hingga kalian mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum.” (HR. Bukhari no. 623 dalam Adzan, Bab “Adzan sebelum shubuh” dan Muslim no. 1092, dalam Puasa, Bab “Penjelasan bahwa mulainya berpuasa yaitu mulai dari terbitnya fajar”). Seorang periwayat hadits ini menyampaikan bahwa Ibnu Ummi Maktum yaitu seorang yang buta dan ia tidaklah mengumandangkan adzan hingga ada yang memberitahukan padanya “Waktu shubuh telah tiba, waktu shubuh telah tiba.

Hanya Allah lah yang memberi taufik.

We Hope You Can Satisfied

Related

Artikel Islami 2662103112406636068

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Loading...

Hot in week

Recent

Comments

item