Wisata Makanan Food & Restaurant Pia Legong Bali

Pada sore hari yang cerah bahkan cenderung masih bisa dibilang panas kali ini, saya lagi asyik-asyiknya nyemilin pia. Pia atau yang lebih f...

Pada sore hari yang cerah bahkan cenderung masih bisa dibilang panas kali ini, saya lagi asyik-asyiknya nyemilin pia. Pia atau yang lebih familiar disebut bakpia memang sudah menjamur, tidak hanya dari kota asalnya Yogyakarta saja. Beberapa kota di Indonesia, bahkan telah mempunyai pia/bakpia dengan ciri khasnya masing-masing. Contohlah pia cap mangkok dari Malang dan pia legong khas Bali.



Pia yang saya cemil sore ini ialah kiriman dari kolega keluarga yang ada di Bali. Namanya... yaaak! Seperti yang sudah kusebutkan sebelumnya... Pia Legong!


Pia Legong hanya tersedia dalam 3 rasa, yaitu pia keju, pia coklat, dan original isi kacang hijau. Ukurannya tidak mengecewakan besar, tidak menyerupai bakpia di Yogya yang mini-mini. Makara pas makan, saya potong dulu jadi 2, satunya dimakan sekarang, satunya lagi dimakan ntaran. Kenapa? Pertama alasannya ialah ini pia enaknya kebangetan dan kedua alasannya ialah ini pia mahalnya juga kebangetan. Makanya makannya pun kudu digimit-gimit!!


Btw, mau dongeng dulu. Kenapa dinamakan Pia Legong? Bukannya legong itu nama tarian kawasan Bali ya? Ternyata ada sesuatu dibalik itu... Dan semuanya dituangkan di dalam websitenya yakni www.pialegong.com.

"Tak sekedar oleh-oleh khas Pulau Dewata, Pia Legong hadir sebagai hasil karya seorang anak muda yang jatuh cinta pada sebuah resep kuno, yang berasal dari warisan leluhur nenek moyang. Pada tahun 2006, Pia Legong hadir sebagai salah satu masakan ringan bercita rasa tinggi dalam balutan red legong. Yakni warna merah Sang Legong yang diciptakan khusus pada kemasan box pia sebagai persembahan terbaik bagi seluruh penikmatnya. Kemegahan warna red legong diperlukan bisa mewakili persembahan setinggi-tingginya dari kami untuk Anda.

Nama Legong diambil dari sebuah tarian di Bali, yang bermakna pada keluwesan gerakan dan keindahan gemulainya sebuah dasar segala gerak tari. Keluwesan yang cenderung dinamis menjadi bab dari filosofi legong alasannya ialah sebetulnya tarian ini hampir jarang muncul semenjak permulaan kala 20. Inspirasi inilah yang menciptakan pendirinya menentukan nama Legong sebagai identitas pia ciptaannya. Karena hakekat pia ini pun, berasal dari puluhan tahun lalu, sebagai masakan ringan tradisional yang tak kalah kuno. Di tangan pendirinya, pia ini meliuk dinamis dalam modifikasi resep dan pedoman matang. Hasilnya yaitu tercipta sebuah rasa yang bisa dinamis mengikuti selera penikmatnya dari masa ke masa, dalam penampilan elegan bernilai seni tinggi. Sehingga jikalau dirangkai dalam kata, Pia Legong hadir dan mengingatkan kita pada sebuah kekayaan budaya estetika dan susila rasa yang saling berkesinambungan. Yakni keindahan dan kelezatan sekaligus dalam setiap gigitannya.

Dengan penuh kecintaan, proses produksi Pia Legong dibentuk sendiri dari pojok dapur rumahan yang bukan berskala pabrik. Kemampuan Pia Legong sebagai sebuah home industry dalam kapasitas produksinya, terang terbatas. Dibuat handmade oleh sang pemilik setiap hari, mulai dini hari sampai terbit menjelang, menciptakan Pia Legong dijamin berpindah ke tangan pembeli dalam kondisi fresh from the oven. Kecintaan pemiliknya pada penikmatnyalah, yang memelihara semangat Pia Legong untuk tampil lebih baik terus dari hari ke hari.

Sejak pertama kali berdiri, Pia yang habis terjual dalam satu hari, gres akan dibentuk kembali keesokan harinya. Oleh alasannya ialah itu, untuk mendapat sekotak Pia Legong, Anda hanya bisa tiba eksklusif ke tempat pembuatan sekaligus workshop. Tidak ada display menyerupai toko masakan ringan anggun pada umumnya, alasannya ialah kami menjual Pia yang gres matang dan eksklusif berpindah ke tangan pembeli seketika itu juga. Pia Legong tidak memakai sistem penyetokan. Jumlah produksinya dibentuk sempurna sesuai kemampuan pembuatnya. Bahan berkualitas premium dan teknik memanggang yang tepat, menciptakan Pia Legong tak mengandalkan materi kimia atau materi embel-embel lainnya sebagai pengawet.

Tekstur kering pada kulit Pia yang mempunyai ciri belapis-lapis serta renyah menjaga daya tahan pia itu sendiri secara alami. Pantang memakai pengawet apapun jenis dan bentuknya, masa kadaluarsanya pun jadi sangat terbatas. Untuk pia cokelat dan keju bisa disimpan sampai 2 minggu, Khusus isi kacang hijau, lebih singkat, hanya 7 hari saja. Kami sangat menghargai jikalau sebelum tiba ke store kami, pastikan Pia Legong yang akan Anda beli tersedia, dengan cara mengeceknya terlebih dahulu melalui telepon (0361) 789 8777 atau email ke: info@pialegong.com"


Satu pia ini harganya 10 ribu. Satu dus isinya 8 biji. Kaliin aja tuh berapa harganya satu dusnya. Favoritku tentu saja pia keju dan coklatnya. Kejunya bener-bener deh. Enaaaaak banget. Teksturnya crunchy, ga melempem. Singkatnya ya fillingnya ini "bener-bener keju". Pianya berlayer-layer jadi kalo makan bakalan rebel semua gitu ga bisa bersih.


Trus coklatnya, melteeeeeed di dalem bo'. Baru kali ini saya makan pia tapi dalemnya tuh coklatnya melted. Biasanya kan coklatnya juga teksturnya keras tapi yang ini engga. Kerasa di lisan kayak kau makan pia dalemnya selai coklat yang lembuuut banget.


Dan tampaknya kalo ada plan ke Bali, lebih baik pesen dulu dari jauh-jauh hari. Pia ini bisa dipesan minimal 2 ahad sebelumnya! Bayangkaaaan!!! Buat turis-turis yang eksklusif tiba ke storenya tanpa memesan terlebih dahulu dijamin deh. Dijamin ga bakal dapet maksudnya hehehehe.




Related

surabaya food 94501395344967043

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Loading...

Hot in week

Recent

Comments

item