Kabar Hangat Pelacur Insan Di Kurun Depan Akan Digantikan Oleh Sebuah Robot
Motivation - Konon katanya, dimasa yang akan datang, sudah tidak ada lagi pelacur maupun gigolo yang ada didunia, itu dikarenakan mereka a...
https://dailytimemedia.blogspot.com/2019/10/kabar-hangat-pelacur-insan-di-kurun.html
Motivation - Konon katanya, dimasa yang akan datang, sudah tidak ada lagi pelacur maupun gigolo yang ada didunia, itu dikarenakan mereka akan digantikan oleh robot yang dibentuk khusus untuk melayani hasrat manusia. Benarkah Robot ini akan betul - betul dikembangkan dimasa yang akan datang?
Kabar ini muncul ketika Prostitusi robot mengabarkan akan menghentikan perdagangan insan yang terkait dengan industri seks. Kalangan peneliti menyatakan, dimasa depan robot akan menggantikan tugas pelacur yang ada di rumah bordil.
Robot pelacur ini akan menawarkan pelayanan yang lebih bersih, bebas penyakit dan terbebas dari rasa bersalah jawaban seks bebas. Prediksi tersebut tiba dari sebuah penelitian perihal menyerupai apa citra industri seks komersial di tahun 2050 yang akan datang.
Ian Yeoman dan Michelle Mars yang merupakan peneliti dari Sekolah Manajemen Victoria, Wellington, Selandia Baru, menuliskan perihal citra sebuah bordil imajiner di distrik lampu merah Amsterdam yang disebut dengan Yub-Yum.
Dalam penelitian yang berjudul Robot, Pria Dan Pariwisata Seks itu, digambarkan perihal rumah bordir telah berkembang menjadi "lebih modern modern dan tampil berkilau dengan sekitar 100 robot berambut pirang yang berpakaian minim dan memamerkan G-string yang eksotis".
Para Klien akan membayar US$ 9.500 (Rp 75 juta) untuk mendapat semua "layanan spesial" termasuk yang menampilkan tarian striptis dan gaya relasi seksual dari banyak sekali etnis berbeda, bentuk tubuh, usia, bahasa dan fitur seksual.
Mereka juga meramalkan prostitusi robot akan menghentikan perdagangan insan yang terkait dengan industri seks.
"Pada 2050, tempat lampu merah Amsterdam semuanya akan berkaitan dengan pelacur android yang higienis dari abuh penyakit menular seksual sehingga menjamin tidak ada penyakit yang ditransfer antara konsumen," tulis para peneliti.
Selain itu, mereka juga menyampaikan dewan kota akan mempunyai kontrol pribadi terhadap pekerja seks android itu termasuk harga, jam operasi dan layanan seksual.
Pada tahun 2007 yang lalu, seorang mahasiswa Belanda berjulukan David Levy pernah menyatakan bahwa insan akan menikah dan berafiliasi seks dengan robot pada tahun 2050.
Levi menuntaskan studi dan meraih gelar PhD perihal duduk masalah relasi insan dengan robot, dengan menyatakan bahwa robot akan menjadi begitu menyerupai insan dalam penampilan, fungsi dan kepribadian.
Hal ini akan menciptakan banyak orang akan jatuh cinta dengan mereka, berafiliasi seks dengan mereka dan bahkan menikahi mereka.
Robot pelacur ini akan menawarkan pelayanan yang lebih bersih, bebas penyakit dan terbebas dari rasa bersalah jawaban seks bebas. Prediksi tersebut tiba dari sebuah penelitian perihal menyerupai apa citra industri seks komersial di tahun 2050 yang akan datang.
Ian Yeoman dan Michelle Mars yang merupakan peneliti dari Sekolah Manajemen Victoria, Wellington, Selandia Baru, menuliskan perihal citra sebuah bordil imajiner di distrik lampu merah Amsterdam yang disebut dengan Yub-Yum.
Dalam penelitian yang berjudul Robot, Pria Dan Pariwisata Seks itu, digambarkan perihal rumah bordir telah berkembang menjadi "lebih modern modern dan tampil berkilau dengan sekitar 100 robot berambut pirang yang berpakaian minim dan memamerkan G-string yang eksotis".
Para Klien akan membayar US$ 9.500 (Rp 75 juta) untuk mendapat semua "layanan spesial" termasuk yang menampilkan tarian striptis dan gaya relasi seksual dari banyak sekali etnis berbeda, bentuk tubuh, usia, bahasa dan fitur seksual.
Mereka juga meramalkan prostitusi robot akan menghentikan perdagangan insan yang terkait dengan industri seks.
"Pada 2050, tempat lampu merah Amsterdam semuanya akan berkaitan dengan pelacur android yang higienis dari abuh penyakit menular seksual sehingga menjamin tidak ada penyakit yang ditransfer antara konsumen," tulis para peneliti.
Selain itu, mereka juga menyampaikan dewan kota akan mempunyai kontrol pribadi terhadap pekerja seks android itu termasuk harga, jam operasi dan layanan seksual.
Pada tahun 2007 yang lalu, seorang mahasiswa Belanda berjulukan David Levy pernah menyatakan bahwa insan akan menikah dan berafiliasi seks dengan robot pada tahun 2050.
Levi menuntaskan studi dan meraih gelar PhD perihal duduk masalah relasi insan dengan robot, dengan menyatakan bahwa robot akan menjadi begitu menyerupai insan dalam penampilan, fungsi dan kepribadian.
Hal ini akan menciptakan banyak orang akan jatuh cinta dengan mereka, berafiliasi seks dengan mereka dan bahkan menikahi mereka.
