Kabar Hangat Mendapatkan Eksekusi Mati Hanya Alasannya Yaitu Menyanyi Dan Menari
Motivation - Sekarang, anda pun harus berhati - hati ketika bernyanyi dan menari, sebab konon katanya ada orang yang di jerat eksekusi mat...
https://dailytimemedia.blogspot.com/2019/10/kabar-hangat-mendapatkan-eksekusi-mati.html
Motivation - Sekarang, anda pun harus berhati - hati ketika bernyanyi dan menari, sebab konon katanya ada orang yang di jerat eksekusi mati hanya sebab menyanyi dan menari di sebuah program pesta pernikahan. Nah niscaya anda ingin tahu ibarat apakah cara orang tersebut bernyanyi, apakah ia mengikuti sebuah pesta yang tidak boleh memainkan sebuah musik, ataukah sengaja bernyanyi untuk mencari sensasi dan jadinya dibunuh? mari kita simak.
Empat wanita dan dua laki-laki dijatuhi eksekusi mati di Pakistan utara sebab menyanyi dan menari di sebuah program pernikahan. Kepolisian Pakistan, ibarat diberitakan kantor informasi AFP, menyampaikan para pemuka agama menerbitkan sebuah keputusan eksekusi mati sesudah sebuah video yang terekam via ponsel beredar.
Sebuah video itu memperlihatkan keenam orang tersebut bersenang-senang dengan menyanyi dan menari di sebuah desa terpencil di wilayah pegunungan Kohistan, sekitar 176 kilometer di sebelah utara Islamabad, ibu kota Pakistan.
Pihak berwenang Pakistan di kawasan itu mengatakan, para pemuka agama setempat memerintahkan eksekusi mati itu menurut tuduhan bahwa para laki-laki dan wanita itu menari dan bernyanyi bersama di Desa Gada.
Berdasarkan watak kesukuan setempat, yang diberlakukan secara ketat, wanita dan laki-laki harus berada terpisah dalam sebuah program pernikahan. Maka, adegan wanita dan laki-laki menari dan bernyanyi bersama merupakan penyimpangan terhadap aturan adat.
"Para pemuka agama setempat mengeluarkan pemikiran untuk membunuh keempat wanita dan kedua laki-laki yang ada dalam video itu," kata perwira polisi wilayah itu, Abdul Majeed Afridi.
"Diputuskan bahwa para laki-laki akan dibunuh terlebih dahulu, tetapi mereka melarikan diri sehingga para wanita itu kondusif untuk ketika ini. Saya telah mengirim sebuah tim untuk menangkap mereka dan sedang menunggu kabar," katanya.
Ia menambahkan, keempat wanita itu telah ditahan di rumah mereka. Afridi mengatakan, insiden tersebut bermula dari sebuah perselisihan antara dua suku dan tidak ada bukti para laki-laki dan wanita itu telah berbaur.
"Mereka semua tampil terpisah dalam video itu. Saya sudah melihat video itu di ponsel saya sendiri. Di situ terlihat empat wanita bernyanyi dan seorang laki-laki menari dalam adegan yang terpisah dan kemudian seorang laki-laki lain duduk dalam satu rekaman yang terpisah," katanya.
"Ini perseteruan suku. Video tersebut telah direkayasa untuk mencemarkan nama baik suku," kata Afridi.
Komisi HAM Pakistan menyampaikan bahwa sedikitnya 943 wanita dan gadis negara itu dibunuh tahun kemudian sebab diduga telah mencemarkan kehormatan keluarga mereka. Data statistik menyoroti skala kekerasan yang dialami banyak wanita di kalangan kaum konservatif Pakistan, di mana mereka sering diperlakukan sebagai warga kelas dua.
Sebuah video itu memperlihatkan keenam orang tersebut bersenang-senang dengan menyanyi dan menari di sebuah desa terpencil di wilayah pegunungan Kohistan, sekitar 176 kilometer di sebelah utara Islamabad, ibu kota Pakistan.
Pihak berwenang Pakistan di kawasan itu mengatakan, para pemuka agama setempat memerintahkan eksekusi mati itu menurut tuduhan bahwa para laki-laki dan wanita itu menari dan bernyanyi bersama di Desa Gada.
Berdasarkan watak kesukuan setempat, yang diberlakukan secara ketat, wanita dan laki-laki harus berada terpisah dalam sebuah program pernikahan. Maka, adegan wanita dan laki-laki menari dan bernyanyi bersama merupakan penyimpangan terhadap aturan adat.
"Para pemuka agama setempat mengeluarkan pemikiran untuk membunuh keempat wanita dan kedua laki-laki yang ada dalam video itu," kata perwira polisi wilayah itu, Abdul Majeed Afridi.
"Diputuskan bahwa para laki-laki akan dibunuh terlebih dahulu, tetapi mereka melarikan diri sehingga para wanita itu kondusif untuk ketika ini. Saya telah mengirim sebuah tim untuk menangkap mereka dan sedang menunggu kabar," katanya.
Ia menambahkan, keempat wanita itu telah ditahan di rumah mereka. Afridi mengatakan, insiden tersebut bermula dari sebuah perselisihan antara dua suku dan tidak ada bukti para laki-laki dan wanita itu telah berbaur.
"Mereka semua tampil terpisah dalam video itu. Saya sudah melihat video itu di ponsel saya sendiri. Di situ terlihat empat wanita bernyanyi dan seorang laki-laki menari dalam adegan yang terpisah dan kemudian seorang laki-laki lain duduk dalam satu rekaman yang terpisah," katanya.
"Ini perseteruan suku. Video tersebut telah direkayasa untuk mencemarkan nama baik suku," kata Afridi.
Komisi HAM Pakistan menyampaikan bahwa sedikitnya 943 wanita dan gadis negara itu dibunuh tahun kemudian sebab diduga telah mencemarkan kehormatan keluarga mereka. Data statistik menyoroti skala kekerasan yang dialami banyak wanita di kalangan kaum konservatif Pakistan, di mana mereka sering diperlakukan sebagai warga kelas dua.
