Kabar Hangat Cara Mengukur Besarnya Cinta Pasangan Kita
Motivation - Tentunya anda yang mempunyai apsangan sangat ingin mengetahui, bagaimanakah besarnya cinta mereka terhadap diri kita sendiri? ...
https://dailytimemedia.blogspot.com/2019/10/kabar-hangat-cara-mengukur-besarnya.html
Motivation - Tentunya anda yang mempunyai apsangan sangat ingin mengetahui, bagaimanakah besarnya cinta mereka terhadap diri kita sendiri? Apakah sama besarnya dengan cinta yang kita rasakan? Oleh alasannya ialah itu, banyak sekali macam cara telah dilakukan untuk mengetahui berapa dalam cinta anda atau cinta pasangan anda.
Sebuah penelitian terbaru menawarkan bahwa oksitosin yang ditemukan dalam darah sanggup berfungsi sebagai pengukur kadar cinta dalam sebuah hubungan. Para ilmuwan tersebut menemukan tingkat oksitosin, atau dikenal sebagai hormon cinta, sanggup meningkatkan tenggang rasa dan ikatan antara orangtua dengan anak, pada perempuan menyusui, dan ketika sedang jatuh cinta yang dikaitkan dengan respons emosional antara pasangan.
Peneliti menguji tingkat oksitosin dalam darah terhadap 163 anak muda. 120 orang diketahui gres saja menjalin kekerabatan asmara. Hasilnya, peneliti menemukan orang yang gres mempunyai kekasih gres mempunyai tingkat oksitosin yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang lajang.
Bahkan, tingkat oksitosin akan semakin tinggi ketika ada sentuhan mesra, mood baik dan berpegangan tangan. Pasangan yang tinggal bersama menawarkan tingkat oksitosin yang lebih tinggi pada periode awal percintaan.
Peneliti juga menemukan pasangan dengan tingkat oksitosin tinggi semenjak awal berpacaran, lebih mungkin untuk tetap bersama. Bahkan sesudah enam bulan penelitian, peneliti masih menemukan 25 pasangan yang masih bersama atau belum putus.
Penelitian ini menarik dan sanggup dipakai sebagai hipotesis untuk mengukur usia sebuah hubungan. Namun, faktor dasar dari sebuah kekerabatan tidak hanya mengenai hormon, tetapi aspek lain dari perbedaan kepribadian, yang dipengaruhi oleh lingkungan masa kecil, sobat sebaya dan faktor lainnya.
"Saya juga merasa bahwa hormon dalam badan dan otak kita tergantung pada fluktuasi, dan juga bergantung pada apa yang kita lalui dan makan sehari-hari," papar psikologis klinik, Seema Hingorrany.
Namun, penelitian ini tidak menawarkan apakah orang yang mempunyai tingkat oksitosin tinggi lebih mungkin untuk jatuh cinta. "Penelitian ini harus melihat imbas lain dari perubahan hormon dan imbas lain dari oksitosin," tambah Seema.
