Kabar Hangat Benahi Diri Menyambut Bulan Ramadhan

Motivation - Sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, hal yang kita lakukan yang pertama ialah niscaya mempersiapkan diri. Mempersiapkan ...

 hal yang kita lakukan yang pertama ialah niscaya mempersiapkan diri Kabar Hangat Benahi Diri Menyambut Bulan Ramadhan

Motivation - Sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, hal yang kita lakukan yang pertama ialah niscaya mempersiapkan diri. Mempersiapkan diri untuk melaksanakan salah satu kewajiban yang juga tertera dalam rukun islam yang ke 4. Apa saja yang anda lakukan untuk membenahi diri anda?

Allah Ta’ala telah mengutamakan sebagian waktu (zaman) di atas sebagian lainnya, sebagaimana Dia mengutamakan sebagian insan di atas sebagian lainnya dan sebagian daerah di atas daerah lainnya.

Allah Ta’ala berfirman,


وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ


Dan Rabbmu membuat apa yang Dia kehendaki dan memilihnya, sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka” (QS al-Qashash:68).

Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di saat menafsirkan ayat di atas, dia berkata, “(Ayat ini menjelaskan) menyeluruhnya ciptaan Allah bagi seluruh makhluk-Nya, berlakunya kehendak-Nya bagi semua ciptaan-Nya, dan kemahaesaan-Nya dalam menentukan dan mengistimewakan apa (yang dikehendaki-Nya), baik itu manusia, waktu (jaman) maupun tempat”.

Termasuk dalam hal ini yaitu bulan Ramadhan yang Allah Ta’ala utamakan dan istimewakan dibanding bulan-bulan lainnya, sehingga dipilih-Nya sebagai waktu dilaksanakannya kewajiban berpuasa yang merupakan salah satu rukun Islam.

Sungguh Allah Ta’ala memuliakan bulan yang penuh berkah ini dan menjadikannya sebagai salah satu trend besar untuk menggapai kemuliaan di alam abadi kelak, yang merupakan kesempatan bagi hamba-hamba Allah Ta’ala yang bertakwa untuk berlomba-lomba dalam melaksanakan ketaatan dan mendekatkan diri kepada-Nya.


Bagaimana Seorang Muslim Menyambut Bulan Ramadhan?


Bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan dan keberkahan, padanya dilipatgandakan amal-amal kebaikan, disyariatkan amal-amal ibadah yang agung, di buka pintu-pintu nirwana dan di tutup pintu-pintu neraka.

Oleh alasannya yaitu itu, bulan ini merupakan kesempatan berharga yang ditunggu-tunggu oleh orang-orang yang beriman kepada Allah Ta’ala dan ingin meraih ridha-Nya.

Dan alasannya yaitu agungnya keutamaan bulan suci ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu memberikan kabar besar hati kepada para sobat radhiyallahu ‘anhum akan kedatangan bulan yang penuh berkah ini.

Sahabat yang mulia, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, memberikan kabar besar hati kepada para sahabatnya, “Telah tiba bulan Ramadhan yang penuh keberkahan, Allah mewajibkan kalian berpuasa padanya, pintu-pintu nirwana di buka pada bulan itu, pintu-pintu neraka di tutup, dan para setan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat malam (kemuliaan/lailatul qadr) yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalangi (untuk mendapatkan) kebaikan malam itu maka sungguh dia telah dihalangi (dari keutamaan yang agung)”.

Imam Ibnu Rajab, saat mengomentari hadits ini, dia berkata, “Bagaimana mungkin orang yang beriman tidak besar hati dengan dibukanya pintu-pintu surga? Bagaimana mungkin orang yang pernah berbuat dosa (dan ingin bertobat serta kembali kepada Allah Ta’ala) tidak besar hati dengan ditutupnya pintu-pintu neraka? Dan bagaimana mungkin orang yang cerdik tidak besar hati saat para setan dibelenggu?”.

 hal yang kita lakukan yang pertama ialah niscaya mempersiapkan diri Kabar Hangat Benahi Diri Menyambut Bulan Ramadhan

Dulunya, para ulama salaf jauh-jauh hari sebelum datangnya bulan Ramadhan berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah Ta’ala supaya mereka mencapai bulan yang mulia ini, alasannya yaitu mencapai bulan ini merupakan nikmat yang besar bagi orang-orang yang dianugerahi taufik oleh Alah Ta’ala. Mu’alla bin al-Fadhl berkata, “Dulunya (para salaf) berdoa kepada Allah Ta’ala (selama) enam bulan supaya Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, kemudian mereka berdoa kepada-Nya (selama) enam bulan (berikutnya) supaya Dia mendapatkan (amal-amal shaleh) yang mereka (kerjakan)”.

Maka hendaknya seorang muslim mengambil contoh dari para ulama salaf dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan, dengan bersungguh-sungguh berdoa dan mempersiapkan diri untuk mendulang pahala kebaikan, pengampunan serta keridhaan dari Allah Ta’ala, supaya di alam abadi kelak mereka akan mencicipi kebahagiaan dan kegembiraan besar saat bertemu Allah Ta’ala dan mendapatkan ganjaran yang tepat dari amal kebaikan mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang berpuasa akan mencicipi dua kegembiraan (besar): kegembiraan saat berbuka puasa dan kegembiraan saat dia bertemu Allah”.

Tentu saja persiapan diri yang dimaksud di sini bukanlah dengan memborong banyak sekali macam makanan dan minuman enak di pasar untuk persiapan makan sahur dan balas dendam saat berbuka puasa. Juga bukan dengan mengikuti banyak sekali aktivitas acara Televisi yang lebih banyak merusak dan melalaikan insan dari mengingat Allah Ta’ala dari pada manfaat yang diharapkan, itupun jikalau ada manfaatnya.

Tapi persiapan yang dimaksud di sini yaitu mempersiapkan diri lahir dan batin untuk melaksanakan ibadah puasa dan ibadah-ibadah agung lainnya di bulan Ramadhan dengan sebaik-sebaiknya, yaitu dengan hati yang tulus dan praktek ibadah yang sesuai dengan petunjuk dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena akhir kebaikan/keutamaan dari semua amal shaleh yang dikerjakan manusia, tepat atau tidaknya, tergantung dari tepat atau kurangnya keikhlasannya dan jauh atau dekatnya praktek amal tersebut dari petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hal ini diisyaratkan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sungguh seorang hamba benar-benar melaksanakan shalat, tapi tidak dituliskan baginya dari (pahala kebaikan) shalat tersebut kecuali sepersepuluhnya, sepersembilannya, seperdelapannya, sepertujuhnya, seperenamnya, seperlimanya, seperempatnya, sepertiganya, atau seperduanya”.

Juga dalam hadits lain perihal puasa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Terkadang orang yang berpuasa tidak mendapatkan bab dari puasanya kecuali lapar dan dahaga saja”.

We Hope You Can Satisfied

Related

Artikel Islami 5467680976099641253

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Loading...

Hot in week

Recent

Comments

item