Kabar Hangat Ada Apa Dengan Warna Hijau?
Motivation - Perlu anda ketahui bahwa diantara semua warna, warna yang paling cantik untuk mata ialah warna hijau. Selain itu warna hijau ...
https://dailytimemedia.blogspot.com/2019/10/kabar-hangat-ada-apa-dengan-warna-hijau.html
Motivation - Perlu anda ketahui bahwa diantara semua warna, warna yang paling cantik untuk mata ialah warna hijau. Selain itu warna hijau juga sanggup membantu otak untuk sanggup berpikir kreatif, bahkan kalau hanya dilihat selama 2 - 5 detik saja.
Bagi orang-orang yang dituntut untuk selalu berpikir kreatif, sangat dianjurkan untuk mendekor ruangannya dengan warna hijau. Menurut andal psikologi, kreativitas sanggup meningkat hanya dengan sekilas memandangi warna hijau.
Efek yang dikenal juga dengan istilah green-effect ini dibuktikan dalam penelitian Prof Stephanie Lichtenfeld, spesialis psikologi dari Ludwig-Maximilians-University. Penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam buletin Personality and Social Psychology.
Dalam penelitiannya, Prof Lichtenfeld melibatkan 69 orang partisipan dengan perbandingan yang kurang lebih merata antara pria dan perempuan. Tugas para partisipan sangat sederhana, yakni menulis sebuah karangan yang menawarkan tingkat kreativitasnya.
Selama mengerjakan tugas, para partisipan diperlihatkan secara sepintas obyek-obyek dengan warna yang berbeda untuk tiap partisipan. Sebagian melihat obyek berwarna hijau, sedangkan yang lain ada yang putih merah dan yang lain tetapi sama-sama hanya melihatnya secara sepintas yakni selama 2 detik.
Hasil pengamatan menunjukkan, partisipan yang melihat obyek berwarna hijau cenderung menulis karangannya dengan lebih kreatif dibandingkan partisipan yang melihat warna lain. Prof Lichtenfeld menyimpulkan, imbas ini terjadi alasannya yaitu imbas warna hijau yang disebutnya green effect.
Menurut Prof Lichtenfeld, warna hijau yaitu warna tumbuh-tumbuhan sehingga tanpa disadari sanggup merangsang persepsi tertentu soal pertumbuhan. Bukan hanya pertumbuhan fisik, tetapi juga pertumbuhan psikologis termasuk dalam berpikir kreatif.
Berbagai penelitian sebelumnya memang menawarkan bahwa warna sanggup menghipnotis kejiwaan, contohnya merah sanggup membangkitkan gairah seksual. Meski demikian, Prof Lichtenfeld tidak ingin serta merta menyarankan semoga orang melihat warna hijau hanya untuk menciptakan pikirannya jadi lebih kreatif.
Efek yang dikenal juga dengan istilah green-effect ini dibuktikan dalam penelitian Prof Stephanie Lichtenfeld, spesialis psikologi dari Ludwig-Maximilians-University. Penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam buletin Personality and Social Psychology.
Dalam penelitiannya, Prof Lichtenfeld melibatkan 69 orang partisipan dengan perbandingan yang kurang lebih merata antara pria dan perempuan. Tugas para partisipan sangat sederhana, yakni menulis sebuah karangan yang menawarkan tingkat kreativitasnya.
Selama mengerjakan tugas, para partisipan diperlihatkan secara sepintas obyek-obyek dengan warna yang berbeda untuk tiap partisipan. Sebagian melihat obyek berwarna hijau, sedangkan yang lain ada yang putih merah dan yang lain tetapi sama-sama hanya melihatnya secara sepintas yakni selama 2 detik.
Hasil pengamatan menunjukkan, partisipan yang melihat obyek berwarna hijau cenderung menulis karangannya dengan lebih kreatif dibandingkan partisipan yang melihat warna lain. Prof Lichtenfeld menyimpulkan, imbas ini terjadi alasannya yaitu imbas warna hijau yang disebutnya green effect.
Menurut Prof Lichtenfeld, warna hijau yaitu warna tumbuh-tumbuhan sehingga tanpa disadari sanggup merangsang persepsi tertentu soal pertumbuhan. Bukan hanya pertumbuhan fisik, tetapi juga pertumbuhan psikologis termasuk dalam berpikir kreatif.
Berbagai penelitian sebelumnya memang menawarkan bahwa warna sanggup menghipnotis kejiwaan, contohnya merah sanggup membangkitkan gairah seksual. Meski demikian, Prof Lichtenfeld tidak ingin serta merta menyarankan semoga orang melihat warna hijau hanya untuk menciptakan pikirannya jadi lebih kreatif.
"Efeknya sangat halus. Kalau dengan sengaja melihat warna hijau supaya lebih kreatif, itu masih dipertanyakan," kata Prof Lichtenfeld.
