Perkuat Pemahaman Musrena Keren, Novita Hardini Beri Pelatihan Kepada Fasilitator

Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus berupaya memberi ruang kepada kelompok perempuan, penyandang disabilitas, maupun kelompok rentan untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan Daerah.
Pelatihan Fasilitator Musrena Keren Tingkat Desa di Trenggalek
Seperti yang dilansir dalam akun humastrenggalek
Kelompok tersebut dilibatkan dalam perencanaan pembangunan melalui Musyawarah Perempuan, Penyandang Disabilitas dan Kelompok Rentan (Musrena Keren) mulai tingkat Desa, Kecamatan hingga Kabupaten.

Memaksimalkan peran kelompok tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini Mochamad, memberikan penguatan kepada para fasilitator yang ditunjuk melalui pelatihan, Jum'at (6/9/2019).

"Sama seperti konsep awal dibangunkannya Musrena Keren, jadi kegiatan ini adalah penguatan fasilitator dan mentor, agar mereka bisa mendalami hakekat dari Musrena Keren sebagai penguatan dari kelompok rentan di Trenggalek," ungkap istri Bupati Trenggalek tersebut.

"Jadi melalui pelatihan fasilitator ini mereka bisa menularkan energi-energi yang kami harapkan bisa sampai ke Desa-Desa," imbuhnya.

Selain Musrena Keren, ke depan juga akan dibentuk Sepeda Keren yang bertujuan memberikan edukasi kepada kaum perempuan untuk terlibat langsung dalam proses perencanaan anggaran di tingkat Desa, Kecamatan hingga Kabupaten.

"Jadi ketika ada pertemuan, mereka tidak hanya swafoto, mengisi daftar hadir, absen dan ketika pulang tidak dapat impact-nya. Kita ingin ada perubahan di sini, setiap perempuan diedukasi untuk bisa berkontribusi dan mengenal hak-hak mereka dalam penganggaran pembangunan ini," harap Novita.

Menurut Novita, tidak hanya kelompok rentan, paradigma perempuan disepelekan juga masih banyak terjadi, bahkan di lingkungan terpelajar sekalipun masih ada patriaki. Maka tantangannya, setiap saat kaum perempuan harus mendapat stimulasi, dibangun kesadaran bahwa mereka adalah ornamen yang luar biasa dalam pembangunan.

"Tanpa perempuan, sentuhannya, pemikirannya, keberaniannya, pasti saya yakini perencanaan pembangunan di dunia ini pasti pincang," ungkap Novita.

"Ketika perempuan sadar di mana letak kekuatannya, perempuan itu pasti bisa menjadi daya ungkit yang sangat luar biasa, dan ini tidak terbatas hanya kepada kelompok rentan, di Desa-esa, melainkan perjuangan kita di dunia modern ini," imbuhnya menjelaskan.

Novita menambahkan, bahwa setiap perempuan dari lahir hingga meninggalkan Bumi Pertiwi, setiap detiknya punya adalah perjuangan. "Jadi apa yang kita yakini itu patut mendapatkan konsistensi dari apa yang kita perjuangkan," terangnya.

"Kita memperjuangkan hak-hak bersuara, hak-hak berpendidikan maupun hak-hak kesempatan,sehingga tidak dinomor duakan, yang membedakan hanyalah fungsinya saja," pungkasnya. (Humas)



Sumber: @humastrenggalek
Lihat postingan Instagram oleh @humastrenggalek ini https://www.instagram.com/p/B2Ek1QzHkT9/?utm_source=ig_web_button_native_share

Related

Info Humas 3251606775507848968
Loading...

Hot in week

Recent

Comments

item